Oleh: daengmuntu | April 11, 2009

Stop Press!

Keuntungan Berjualan On Line di Internet

- Memperkenalkan perusahaan dan produk Anda ke seluruh Indonesia bahkan Internasional melalui Search Engine seperti Yahoo dan Google.

- Showroom yang buka 24 jam sehari, 7 pekan.

- Jangkauan pembeli Anda  potensial, di Indonesia sendiri ada lebih dari 25 juta pengguna Internet (data september 2008) dan tentu saja angka ini terus bertambah.

- Mengurangi biaya karyawan dalam mempromosikan produk Anda. Toko yang buka 24 jam tanpa perlu ditunggu dan tanpa perlu penjaga toko.

- Dapat meng-Up date data produk dan memproses order sendiri tanpa webmaster.

Tanpa batas Geografis, Insya Allah, semua orang diseluruh Indonesia dan Internasional dapat mengunjungi toko Anda secara On Line kapanpun dan dimanapun

- Pembayaran On Line dengan ATM, Bank Transfer atau dapat juga dengan International Online Payment seperti Egold dan Paypal.

Segerami HUBUNGI : 081241038710 atau kunjungi Link INI (Just Click!)

Oleh: daengmuntu | Februari 21, 2009

Ponariku Sayang Ummatku Malang

Ponariku Sayang Ummatku Malang

Ponari, juga manusia, hamba Allah

Ponari, juga manusia, hamba Allah

Ponari, bocah kelahiran Jombang, 6 Juli 1999 tiba-tiba saja dikenal memiliki ”kekuatan” luar biasa. Ia bisa mengobati beragam penyakit. Kekuatannya konon berkaitan dengan sebuah batu yang didapatnya pada 12 Desember 2008. Informasi yang beredar, batu itu didapatkannya bertepatan dengan lewatnya petir di atas kepalanya.

Sejak itulah Ponari terkenal menjadi juru sembuh atau tabib alias dukun cilik. Praktik pengobatan putra tunggal pasangan Mukaromah-Kamsen ini sederhana. Batu yang menjadi ”aji kekuatan” itu cukup dicelupkan ke dalam air atau digosok-gosokan pada bagian tubuh yang terasa sakit. Dari praktik seperti ini, banyak pasien yang mengaku sembuh dari penyakitnya.

Potongan paragraf di atas adalah beberapa kutipan dari berbagai media nasional tentang pemberitaan ponari si dukun cilik. Fenomena Ponari ini cukup menyedot perhatian publik di tengah-tengah menghangatnya situasi politik jelang pemiliu. Mencermati fenomena tersebut ada beberapa hal yang perlu kita sorot:

Pertama, lemahnya aqidah ummat.

Kalau meminta,Mintalah pada Allah saja! Lalu berusahalah dan jangan syirik

Kalau meminta,Mintalah pada Allah saja! Lalu berusahalah dan jangan syirik (dosa terbesar tak terampuni), bersabarlah! Bertaqwalah! Masih ada kehidupan setelah dunia ini.

Inilah kenyataan yang kita saksikan, sudah ribuan tahun Islam masuk di Indonesia namun persolan syirik dengan mudah kita temukan di tengah-tengah ummat. Perdukunan, sihir, ramalan nasib, benda-benda yang diyakini mengandung berkah masih menjadi produk best seller di negeri mayoritas muslim ini. Jika tersiar berita tentang seseorang yang memiliki keajaiban, maka kontan masyarakat pun langsung menyerbu tempat tersebut

Jauh sebelum Ponari menjadi selebriti, di Makassar pernah ada dukun cilik yang juga diyakini bisa mengenyahkan berbagai penyakit, namanya Gerhana. Konon ‘kehebatan’ yang ia dapatkan ketika terjadi gerhana matahari total pada pertengahan tahun 80an di beberapa wilayah Indonesia. Kontan saja rumahnya di banjiri oleh orang dari berbagai daerah di sulawesi selatan yang ingin mendapatkan kesembuhan. Untunglah stasiun televisi pada waktu itu cuma TVRI sehingga kehebohan bernuansa syirik ini tidak sampai meluber ke mana-mana.

Inilah aqidah ummat kita. Cuma ‘gempuran sederhana’ yang bernama Ponari, Gerhana atau siapapun namanya sudah bisa menggoncangkan aqidah ummat. Kesabaran mereka seakan menguap begitu saja saat mendengar ada orang yang sanggup mengusir penyakit dalam waktu singkat. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang tahu bahwa mendatangi dukun adalah perbutan syirik. ”Tapi mau bagaimana lagi Ustadz, saya sudah tidak tahan menderita, entah sudah berapa uang saya habis ke dokter tapi saya tidak kunjung sembuh. Kalau sembuh, insya Allah, saya akan bertaubat…”, adalah kalimat yang sering kita dengar dari mereka yang merasa terpaksa datang ke dukun atau orang yang dianggap pintar.

Kedua, Jahilnya ummat akan persoalan prinsip agama ini.

Persolan aqidah nampaknya belum dianggap sebagai persoalan yang maha urgen. Mayoritas ummat kita masih menganggap enteng pelanggaran-pelanggaran aqidah. Akhlak yang manis, moral yang bersih dianggap sebagai hasil paling penting dari pelajaran agama.

Sebaliknya mereka yang teguh memegang masalah prinsip dalam persoalan aqidah dituding menganut pemahaman yang aneh, padahal dalam agama kita persoalan aqidah persoalan maha penting. Semua Nabi Rasul yang diutus oleh Allah mereka mengingatkan persoalan tauhid. Allah Berfirman, ”Sungguh telah Kami wahyukan kepadamu wahai Muhammad dan kepada orang-orang sebelum kamu bahwa engkau berbuat kesyirikan maka batallah seluruh amal-amalmu”. Begitupula penduduk neraka yang dikeluarkan dari tempat laknat itu adalah orang yang masih memiliki sedikit iman yang bersih dari syirik.

Dari kasus Ponari di atas ada dua hal yang menunjukkan akan jahilnya ummat ini akan persoalan-persoalan prinsip yaitu:

1. Benda apapun di atas permukaan bumi ini tidak ada yang memiliki berkah kecuali yang telah ditetapkan oleh nash syariat seperti: air zam-zam, habbatussauda’ (jintan hitam), madu, minyak zaitun dll. selain itu benda apapun namanya dia tidak memiliki berkah dan tuah apapun seperti batu akik, keris bertuah, apalagi kalau sebiji batu biasa yang dimiliki ponari.

2. Adanya nuansa talbisul iblis (tipuan syaithan) yang senantiasa bermain dalam kasus sihir dan pedukunan seperti Ponari. Ini nampak ada seorang pasien yang kelelahan antri lalu mengambl tanah di sekitar rumah Ponari sebagai ganti dari ‘celupan air bertuah’ si dukun cilik. Ini berangkat dari keyakinan bahwa Ponari dan apa saja yang berkaitan dengannya mengandung berkah.

Di antara bentuk tipuan syaithan melalui para dukun adalah adanya beberapa orang yang ternyata sembuh tiba-tiba dari penyakit menahun padahal secara medis penyakit tersebut setalah melalui pengobatan bertahun-tahun.

Ketiga, Buruknya Pelayanan Kesehatan

Jamak kita dengar kalau urusan pengobatan di berbagai pusat pelayanan kesehatan, sejak dari Puskesmas hingga Rumah sakit, kulitasnya sangat mengecewakan. Ada puskesmas tertentu yang dokternya jarang datang, atau ada rumah sakit tertentu yang tidak melayani pasien yang hanya datang dengan kartu Askes.

Tentu kita tidak begitu saja menyalahkan pemerintah, sebab anggaran pelayanan kesehatan masih sangat jauh dari yang ideal. Anggaran kesehatan Indonesia yang baru 2,8 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2009, masih jauh dari standar Organisasi Kesehatan Dunia sebesar 15 persen.

Dengan anggaran yang terbatas, pasti berdampak pula pada pelayanan kesehatan. ”Jangan sampai timbul sindiran dari masyarakat terhadap rumah sakit. Orang miskin dilarang sakit. Kendati benar perlu biaya, unsur biaya ini tidak boleh menjadi orientasi utama. Orientasi rumah sakit yang terutama ialah harkat kemanusiaan.

Itu yang fundamental dan perlu dikedepankan,” Sindir Agung Laksono saat meresmikan Rumah Sakit Umum dan Holistik Sejahtera Bhakti Salatiga beberapa waktu lalu . Inilah kiranya yang membuat ummat kita berbondong-bondong datang berobat ke Ponari. Disamping pelayanan tidak berbelit-belit juga murah meriah, cukup bayar Rp. 5000 sudah bisa dapat nomor antri.

Keempat, Kurangnya perhatian Muballigh terhadap masalah pembinaan ummat

Amanah pembinaan ummat ini diletakkan di punggung para duat. Allah berfirman, ”Hendaklah ada di antara kalian sekelompok orang yang menyeru kepada kebaikan, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar… ”

Kenyataannya tidak sedikit dai yang lebih sibuk mencari penghasilan dari pada membina dan mentarbiyah ummat ini. Buktinya, banyak dai yang berdakwah dan membina ummat ini dengan menggunakan sisa-sisa waktu. Itu pun masih mending, sebab sekarang ini banyak kader dakwah dari ormas-ormas Islam yang lebih enjoy menjadi anggota legislatif (aleg) dengan alasan di dewan pun kita berjuang membela ummat.

Di satu sisi mungkin ada benarnya, tapi lihatlah kenyataan jumlah ummat yang harus dididik dan dibina agar mengenal Islam jauh lebih banyak dibanding mereka yang seharusnya melakoni “pekerjaan mulia” tersebut. Apalagi jumlah kemungkaran sangat berjubel dan kasat mata. Ummat diserang oleh berbagai program pemurtadan dari berbagai penjuru. Ummat tidak berkutik, bahkan mereka menikmati kemungkaran tersebut. Kabar terkini yang kita peroleh keluarga Ponari sudah mengantongi +1 Miliar dari praktek si dukun kecil.

Dalam kaitannya dengan fenomena Ponari kita layak untuk bertanya dimana peran pondok pesantren guna menangkal kesyirikan yang jumlahnya ribuan di tanah Jawa. Apalagi Jombang dikenal sebagai kota santri.

Akhirnya inilah realita ummat kita, Muhammad Ponari yang berwajah imut seharusnya disayangi dengan cara disekolahkan dengan baik agar menjadi anak yang terdidik, bukan sebaliknya menjerumuskan ummat ke lembah kesyirikan. (Syukran, Jazaakallahu khairan ya..Ustadzuna Aba Hafshah)

Oleh: daengmuntu | Februari 1, 2009

Cerpen

HARE GENE, VALENTINE DAY???

+ Ah, masa iya sih?

- Benner kok!

+ Terserah kita dong, toh yang lain juga banyak yang ngerayain

- Ya udah, aku juga terserah saja, yang penting aku sudah ngingettin, kalau kamu nggak percaya cari tahu aja sendiri, lu ngandalin apa sih? Internet? Silahkan aja browsing!

comloveDiam-diam aku nyari di internet. Cari di Google? Ah, biar fair aku coba mencari dari situs ensiklopedi, hmm… kalau kamu mau tahu, situs ensiklopedia andalanku adalah wikipedia, (http://id.wikipedia.org). Dan ternyata benar saja, situs ini memang berisi banyak informasi penting dan tidak jarang jadi rujukan banyak orang karena validitas data-datanya. Nah, apa yang kudapatkan dari sana? Nih, aku kutipkan (tapi, kalau kamu nggak percaya dan penasaran, silahkan buka sendiri).

“Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine’s Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus.”

Hmm, paragraph pertama terlewatkan dan aku ingat kata-kata si fulan kalau ia memang adalah tradisi orang non Muslim, tapi, apa salahnya? Ah, aku lanjutkan membaca, sampai di paragraph ke dua,

“Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk “valentines”. Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap.”

cupid-valentines-day1“Tunggu-tunggu!” Kalau Cupid, setahuku itu nama dewa Dalam mitologi Romawi, bayi atau lelaki rupawan setengah telanjang yang bersayap dengan panah yang nama Latin lainnya adalah Amor. Yahh! Nggak Islami banget ya! Aku jadi pengen ketemu si fulan lagi nih, soalnya aku pusing membaca artikel tadi. Harus ku akui aku penasaran dan sebetulnya aku juga ingin tahu bagaimana sih sikap dan pandangan yang tepat tentang valentine ini? Rasa malu dan malas yang biasanya hinggap terkalahkan oleh rasa ingin tahu. Jangan salah, kata psikolog yang sempat mampir di telingaku dan kuingat adalah masa remaja adalah masa peralihan dimana semuanya mesti dibuktikan sendiri sama yang bersangkutan, hanya saja kata psikolog itu, biar nggak salah mesti dibimbing dan diarahkan! Ah, sudahlah.

Tanganku mengklik entri lain, kali ini dari hatiku memang butuh pencerahan. Kenapa mesti canggung, di sini cuman ada aku, mouse, kibor dan monitor ini. Coba aku baca yang ini:

“Sesungguhnya, belum ada kesepakatan final di antara para sejarawan tentang apa yang sebenarnya terjadi yang kemudian diperingati sebagai hari Valentine.”

claudius_ii

claudius_ii

Ada banyak versi tentang asal dari perayaan Hari Valentine ini. Yang paling populer memang kisah dari Santo Valentinus yang diyakini hidup pada masa Kaisar Claudius II yang kemudian menemui ajal pada tanggal 14 Februari 269 M. Namun ini pun ada beberapa versi. Yang jelas dan tidak memiliki silang pendapat adalah kalau kita menelisik lebih jauh lagi ke dalam tradisi paganisme (dewa-dewi) Romawi Kuno, sesuatu yang dipenuhi dengan legenda, mitos, dan penyembahan berhala.

Menurut pandangan tradisi Roma Kuno, pertengahan bulan Februari memang sudah dikenal sebagai periode cinta dan kesuburan. Dalam tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari disebut sebagai bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari dikenal sebagai hari raya Lupercalia, yang merujuk kepada nama salah satu dewa bernama Lupercus, sang dewa kesuburan. Dewa ini digambarkan sebagai laki-laki yang setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Di zaman Roma Kuno, para pendeta tiap tanggal 15 Februari akan melakukan ritual penyembahan kepada Dewa Lupercus dengan mempersembahkan korban berupa kambing kepada sang dewa. Setelah itu mereka minum anggur dan akan lari-lari di jalan-jalan dalam kota Roma sambil membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Para perempuan muda akan berebut untuk disentuh kulit kambing itu karena mereka percaya bahwa sentuhan kulit kambing tersebut akan bisa mendatangkan kesuburan bagi mereka. Sesuatu yang sangat dibanggakan di Roma kala itu.

Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno yang berlangsung antara tanggal 13-18 Februari, di mana pada tanggal 15 Februari mencapai puncaknya. Dua hari pertama (13-14 Februari), dipersembahkan untuk dewi cinta (Queen of Feverish Love) bernama Juno Februata.

Pada hari ini, para pemuda berkumpul dan mengundi nama-nama gadis di dalam sebuah kotak. Lalu setiap pemuda dipersilakan mengambil nama secara acak. Gadis yang namanya ke luar harus menjadi kekasihnya selama setahun penuh untuk bersenang-senang dan menjadi obyek hiburan sang pemuda yang memilihnya. Na’udzubillah!

Keesokan harinya, 15 Februari, mereka ke kuil untuk meminta perlindungan Dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Selama upacara ini, para lelaki muda melecut gadis-gadis dengan kulit binatang. Para perempuann itu berebutan untuk bisa mendapat lecutan karena menganggap bahwa kian banyak mendapat lecutan maka mereka akan bertambah cantik dan subur.

Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara paganisme (berhala) ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani. Antara lain mereka mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I.

Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati Santo Valentine yang kebetulan meninggal pada tanggal 14 Februari.

Paus Gelasius II, pada tahun 496 menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui secara pasti mengenai martir-martir ini, walau demikian Gelasius II tetap menyatakan tanggal 14 Februari tiap tahun sebagai hari raya peringatan Santo Valentinus.

Ada yang mengatakan, Paus Gelasius II sengaja menetapkan hal ini untukmenandingi hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus di Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Jenazah itu kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836.

Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi di dalam gereja. Pada hari itu, sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta. Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 dengan alasan sebagai bagian dari sebuah usaha gereja yang lebih luas untuk menghapus santo dan santa yang asal-muasalnya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena hanya berdasarkan mitos atau legenda. Namun walau demikian, misa ini sampai sekarang masih dirayakan oleh kelompok-kelompok gereja tertentu.

Jelas sudah, Hari Valentine sesungguhnya berasal dari mitos dan legenda zaman Romawi Kuno di mana masih berlaku kepercayaan paganisme (penyembahan berhala). Gereja Katolik sendiri tidak bisa menyepakati siapa sesungguhnya Santo Valentine yang dianggap menjadi martir pada tanggal 14 Februari. Walau demikian, perayaan ini pernah diperingati secara resmi Gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia dan dilarang secara resmi pada tahun 1969. Beberapa kelompok gereja Katolik masih menyelenggarakan peringatan ini tiap tahunnya. Astaghfirullah! Astaghfirullah! Astaghfirullah! Ya Allah ampunilah hambamu ini.

Rujukan:

http://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Valentine

mediamusliminfo@googlegroups.com

Oleh: daengmuntu | Februari 1, 2009

Selamat, semoga Sukses!

palestine1Selamat dan semoga sukses!Jazaakumullahu Khairan, amiin!

Atas Launching website Komite Umat untuk Palestina: www.komatpalestina.org

Menampilkan Profil komat, kegiatan-kegiatan Komat, perkembangan Gaza, dan update sumbangan yang masuk.

Oleh: daengmuntu | Januari 18, 2009

Tabligh Akbar dari Makassar ke GAZA

img_5096Makassar Ahad (25/1), rangkaian serangan beringas yang telah dilakukan secara intensif dan kontinyu oleh Israel tidak sekadar memicu kepedulian dan solidaritas sosial umat Islam.

Di Makassar, fenomena kesadaran ini begitu menguat terutama di kalangan sejumlah ormas-ormas Islam dan mengkristal dengan terbentuknya KOMITE UMAT UNTUK PALESTINA disingkat KOMAT PALESTINA yang dalam bahasa Arab dapat berarti Palestina berdiri tegak (baca: qomat), sebuah komite yang menjadi wadah yang menghimpun berbagai potensi umat yang diarahkan untuk membantu kepentingan kaum muslimin di Palestina dalam menghadapi kekuatan Israel.

Dihadiri ribuan massa umat Islam Makassar, Komite Umat untuk Palestina (Komat) dalam Tablig Akbar dengan tema ”Dari Makassar ke Gaza”, Masjid Baiturrahman Urip Sumiharjio Makassar Ahad (25/1) menghadirkan Pimpinan Ormas Islam Sulsel sebagai orator.

img_53311Tampil sebagai pembicara, Azwar Hasan (Sekjen Komat), Ali Muchtar Ngabalin (Anggota DPR RI), Baharuddin Pagim (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah), Muzakkir Arif (Pimpinan Pondok Pesantren Darul-Istiqomah, Maccopa), Nunding Ram (Sekjen KPPSI), Mansur Salim (Wahdah Islamiyah), Das’ad Latif dan diakhiri renungan dan doa dari Ustadz Said Abd.Shamad.

img_5380Meskipun baru dideklarasikan, namun Komat Palestina yang berpusat di Makassar ini telah melakukan berbagai kegiatan untuk membantu kaum muslimin Palestina. Sejak dideklarasikan untuk pertama kalinya pada acara tabligh Akbar yang bertajuk Untukmu Palestinaku, Ahad, 14 Muharram 1430 H/11 Januari 2009 M lalu di Masjid Raya Makassar, dalam acara yang dirangkaikan penggalangan dana ini berhasil dikumpulkan dana kurang lebih Rp. 161 juta, jumlah dana total Rp. 400 juta hingga Ahad, 26 Januari, 40 buah Handpone, 56 cincin emas, 5 gelang, 2 kalung, 25 jam tangan dan puluhan jaket hingga kereta bayi untuk membantu masyarakat Palestina.

www.komatpalestina.org

www.komatpalestina.org

Komite Ummat untuk Palestina (Komat Palestina) juga telah melepas secara resmi dua relawan dokter utusan ormas Wahdah Islamiyah yang akan ke Gaza. Saat ini, di Jakarta dua relawan Komat ini akan berkoordinasi dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Pengiriman relawan ini resmi melalui jalur Pemerintah dan akan menjadi duta kemanusian Indonesia yang akan membawa bantuan yang telah dikumpulkan Komat dari beberapa aksi penggalangan dana sebelumnya.

Sumber: warnaislam.com

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.